FORMULASI DAN KARAKTERISASI FILM WOUND DRESSING EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R & G.Forst) SEBAGAI ANTI-BAKTERI Staphylococcus aureus

pardede, rispa yuli annisa (2026) FORMULASI DAN KARAKTERISASI FILM WOUND DRESSING EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R & G.Forst) SEBAGAI ANTI-BAKTERI Staphylococcus aureus. S1 thesis, universitas dharma andalas.

[thumbnail of abstrak.pdf] Text
abstrak.pdf

Download (235kB)
[thumbnail of bab 1.pdf] Text
bab 1.pdf

Download (247kB)
[thumbnail of bab II.pdf] Text
bab II.pdf

Download (547kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (224kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (232kB)
[thumbnail of SKRIPSI RISPA FULL_merged.pdf] Text
SKRIPSI RISPA FULL_merged.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Infeksi luka akibat bakteri Staphylococcus aureus dapat menghambat proses penyembuhan sehingga diperlukan pengembangan wound dressing berbasis bahan alam. Daun matoa (Pometia pinnata) diketahui mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi aktivitas antibakteri film wound dressing berbasis ekstrak etanol daun matoa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 3×24 jam dan menghasilkan rendemen 19,8%. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder berpotensi antibakteri dengan parameter mutu ekstrak memenuhi standar (kadar air 4% dan kadar abu total 9,2%). Uji aktivitas antibakteri ekstrak terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan daya hambat kategori sedang hingga kuat pada konsentrasi 1–2%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi film menggunakan metode solvent casting dalam empat formula (F0–F3). Evaluasi menunjukkan film memiliki ketebalan 0,11–0,16 mm, transparansi baik, serta kemampuan swelling yang menurun seiring peningkatan konsentrasi ekstrak akibat pembentukan ikatan silang dalam matriks polimer. Sifat mekanik terbaik diperoleh pada formula F2 dan F3 yang mendekati karakteristik pembalut luka ideal. Namun, film yang mengandung ekstrak daun matoa tidak menimbulkan zona hambat, yang diduga disebabkan oleh terbatasnya pelepasan zat aktif dari matriks polimer sehingga senyawa antibakteri tidak dapat berdifusi secara optimal ke media uji. Dengan demikian, ekstrak etanol daun matoa dapat diformulasikan menjadi film wound dressing dengan karakteristik fisik yang baik, tetapi belum menunjukkan aktivitas antibakteri dalam bentuk sediaan film sehingga diperlukan optimasi formulasi lebih lanjut untuk meningkatkan pelepasan zat aktif.

Kata kunci; Film, ekstrak etanol daun matoa, pembalut luka

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Film, ekstrak etanol daun matoa, pembalut luka
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Farmasi
Depositing User: Rispa yuli annisa Pardede
Date Deposited: 09 Apr 2026 04:23
Last Modified: 09 Apr 2026 04:23
URI: https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/1818

Actions (login required)

View Item
View Item