NURHALIMAH, NURHALIMAH (2026) FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Propionibacterium acnes ATTC:11827 PADA SEDIAAN GEL FACIAL WASH MENGGUNAKAN EKSTRAK ETANOL LIMBAH KULIT BUAH JERUK PURUT (Citrus hystrix DC). S1 thesis, Universitas Dharm Andalas.
ABSTRAK MA.pdf
Download (63kB)
bab 1.pdf
Download (104kB)
BAB 2.pdf
Download (344kB)
BAB 5.pdf
Download (86kB)
DAPUS MA.pdf
Download (184kB)
Dikompres FIX_merged.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Acne vulgaris merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Masalah kulit yang paling umum terjadi yaitu pada remaja dan dewasa muda, kondisi ini ditandai dengan peradangan pada unit pilosebasea yang dipengaruhi oleh peningkatan produksi minyak berlebih (sebum), respon inflamasi, serta aktivitas bakteri Propionibacterium acnes, yang sering kali
berdampak pada menurunnya rasa percaya diri terhadap penampilan. Pengobatan jerawat yang tersedia saat ini umumnya menggunakan antibiotik topikal maupun sistemik, tetapi penggunaanya dapat menyebabkan efek samping dan resistensi.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, senyawa dari bahan alami menjadi alternatif yang menjanjikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman Jeruk purut (Citrus hystrix DC) memiliki sifat antibakteri. Kulit buah jeruk purut mengandung senyawa tanin, saponin, minyak atsiri, dan flavonoid yang berpotensi dalam pengobatan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi apakah ekstrak
etanol limbah kulit buah jeruk purut dapat diformulasikan menjadi gel facial wash yang memenuhi standar serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap P. Acnes.
Kulit buah jeruk purut diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%, kemudian diformulasikan menjadi facial wash dengan konsentrasi ekstrak 5 gram (F1), 10 gram (F2), dan 15 gram (F3). Selanjutnya, dilakukan uji aktivitas
antibaketri terhadap P. Acnes menggunakan metode difusi sumuran. Sediaan Gel facial wash menggunakan ekstrak etanol limbah kulit buah jeruk purut pada masing-masing konsentrasi didapatkan daya hambat 5% (15,6 mm), 10% (15,11 mm), 15 (15,11 mm), dan pada sediaan beredar/pembanding (20,08 mm) mampu menghambat P. acnes dalam uji aktivitas antibakteri, sediaan gel facial wash dibuat menunjukkan efek antibakteri. Dengan demikian, ekstrak etanol limbah kulit buah jeruk purut dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel facial wash dan efektif dalam menghambat P. acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel facial wash memenuhi persyaratan organoleptis, pH, homogenitas, tinggi daya busa, dan aktivitas antibakteri.
Kata Kunci : (Citrus hystrix DC), Facial wash gel, Propionibacterium acnes, Antibakteri.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | (Citrus hystrix DC), Facial wash gel, Propionibacterium acnes, Antibakteri. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | NURHALIMAH |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 06:58 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 16:50 |
| URI: | https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/1992 |
