Fharel, Febrian (2026) Analisis Risiko dan Biaya K3 Pada Proyek Pembangunan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Dharma Andalas.
ABSTRAK (B.indonesia dan B.inggris).pdf
Download (165kB)
BAB I (Pendahuluan).pdf
Download (327kB)
BAB II (Tinjauan Pustaka).pdf
Download (269kB)
BAB V (Kesimpulan dan Saran).pdf
Download (158kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (144kB)
TA LENGKAP FHAREL FEBRIAN 22240021 OK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB) | Request a copy
Abstract
Sektor konstruksi merupakan penggerak utama pembangunan infrastruktur di Indonesia, namun juga dikenal memiliki potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi. Data BPJS Ketenagakerjaan (2022) menunjukkan sektor konstruksi menyumbang 24% dari total kecelakaan kerja nasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menganalisis tingkat risiko, memetakan risiko prioritas, serta mengestimasi biaya materialisasi risiko pada Proyek Pembangunan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kuantitatif dominan dengan Risk Matrix 5×5 (AS/NZS 4360:2004) dan analisis biaya berbasis rasio 4:1 (Manuele, 2011). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, kuesioner terhadap 10 responden dari berbagai hierarki proyek, wawancara terstruktur, dan studi dokumen. Hasil penelitian mengidentifikasi delapan jenis bahaya K3 dominan sesuai Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Terdapat disparitas signifikan antara persepsi risiko lapangan dan standar teoritis: rata-rata Severity aktual (2,28) 45% lebih rendah daripada Severity teoritis (4,13), mengindikasikan fenomena "normalization of deviance" (Vaughan, 1996). Setelah kalibrasi Severity teoritis, lima risiko prioritas teridentifikasi dalam kategori Tinggi (R≥5,5): tertabrak alat berat (R=9,6), perancah tidak stabil/rusak (R=7,5), keruntuhan galian pondasi (R=7,0), sengatan listrik (R=5,6), dan jatuh dari ketinggian (>2 m) (R=5,5). Estimasi biaya materialisasi menunjukkan potensi kerugian finansial Rp746–896 juta (2,86–3,44% nilai kontrak), sedangkan alokasi anggaran K3 proaktif hanya Rp68 juta (0,26% nilai kontrak), menghasilkan rasio cost-benefit 11,3:1 yang jauh melampaui threshold minimal 1:3 (Pham et al., 2020). Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan K3 proaktif memberikan nilai ekonomi signifikan dan menjadi solusi strategis untuk mengurangi kerugian finansial jangka panjang serta mendukung implementasi SMKK sesuai regulasi nasional.
Kata Kunci: Analisis Risiko; Biaya K3; Risk Matrix; Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); Proyek Konstruksi
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Risiko; Biaya K3; Risk Matrix; Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); Proyek Konstruksi |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | Unnamed user with email fharelfebrian2004@gmail.com |
| Date Deposited: | 07 May 2026 03:22 |
| Last Modified: | 07 May 2026 03:22 |
| URI: | https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/2190 |
