walvi, fedora angelya (2026) SKRINING AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETIL ASETAT ISOLAT JAMUR ENDOFIT DARI AKAR, DAUN, DAN UMBI BENGKUANG (Pachyrhizus erosus L.) DENGAN METODE BSLT (BRINE SHRIMP LETHALITY TEST). S1 thesis, Universitas Dharma Andalas.
ABSTRAK (B. Indonesia dan B. Inggris).pdf
Download (297kB)
BAB I (Pendahuluan).pdf
Download (317kB)
BAB II (Tinjauan Pustaka).pdf
Download (512kB)
BAB V (Kesimpulan dan Saran).pdf
Download (289kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (264kB)
SKRIPSI LENGKAP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia yang
memerlukan pengembangan terapi alternatif yang lebih efektif dan minim efek
samping. Salah satu sumber senyawa bioaktif potensial adalah jamur endofit yang
hidup bersimbiosis dengan tanaman. Tanaman bengkuang (Pachyrhizus erosus L.)
diketahui memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai
antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makroskopis isolat
jamur endofit dari akar, daun, dan umbi bengkuang serta menentukan aktivitas
sitotoksik ekstrak etil asetatnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test
(BSLT), serta mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder yang
terkandung di dalamnya. Penelitian dilakukan melalui tahap isolasi dan pemurnian
jamur endofit, kultivasi, ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat, kemudian
dilakukan uji sitotoksik terhadap larva Artemia salina Leach dengan variasi
konsentrasi untuk menentukan nilai LC₅₀ . Analisis senyawa metabolit sekunder
dilakukan dengan skrining fitokimia dan profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh beberapa isolat jamur endofit dari
akar, daun, dan umbi bengkuang dengan karakteristik morfologi yang berbeda. Uji
sitotoksik metode BSLT menunjukkan adanya aktivitas toksik pada beberapa
ekstrak dengan nilai LC₅₀ <1000 µg/mL yang dikategorikan aktif sebagai
sitotoksik. Isolat dengan aktivitas paling kuat A3 357.709 menunjukkan potensi
terbesar untuk dikembangkan sebagai kandidat senyawa antikanker. Hasil skrining
fitokimia menunjukkan adanya kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid,
flavonoid, terpenoid, dan senyawa fenolik yang diduga berperan dalam aktivitas
sitotoksik tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak
etil asetat isolat jamur endofit dari akar, daun, dan umbi bengkuang (Pachyrhizus
erosus L.) memiliki potensi aktivitas sitotoksik dan berpeluang untuk
dikembangkan lebih lanjut sebagaI kandidat senyawa antikanker.
Kata Kunci : Jamur endofit, Pachyrhizus erosus, sitotoksik, BSLT, LC₅₀ ,
metabolit sekunder.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Jamur endofit, Pachyrhizus erosus, sitotoksik, BSLT, LC₅₀ , metabolit sekunder. |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology |
| Divisions: | Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Fedora angelya Walvi |
| Date Deposited: | 11 May 2026 03:07 |
| Last Modified: | 11 May 2026 03:07 |
| URI: | https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/2203 |
