Davinci, Alrifane (2026) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI HASIL FRAKSINASI KROMATOGRAFI KOLOM EKSTRAK JAMUR ENDOFIT Fusarium verticillioides ASAL DAUN TANAMAN YAKON (Smallanthus sonchifolius [Poepp. & Endl.] H.Robinson. S1 thesis, Universitas Dharma Andalas.
ABSTRAK (B.Indonesia dan B.Ingris).pdf
Download (209kB)
BAB I (Pendahuluan).pdf
Download (245kB)
BAB II (Tinjauan Pustaka).pdf
Download (748kB)
BAB V (Kesimpulan dan Saran).pdf
Download (195kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (345kB)
Skripsi Lengkap.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB) | Request a copy
Abstract
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen masih menjadi permasalahan kesehatan global, terutama dengan meningkatnya kasus resistensi bakteri Staphylococcus aureus (SA) ATCC 6538 dan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) ATCC 33591. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri baru, salah satunya dari jamur endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksinasi hasil kromatografi kolom dari ekstrak jamur endofit Fusarium verticillioides asal daun yakon (Smallanthus sonchifolius), menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), serta mengidentifikasi golongan senyawa aktifnya. Metode penelitian meliputi kultivasi jamur endofit pada media beras, ekstraksi dengan pelarut etil asetat, serta fraksinasi dengan kromatografi kolom menggunakan metode Stap Gradient Polarity dengan eluen n-heksan, etil asetat, dan metanol. Fraksi yang diperoleh dianalisis menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan diuji aktivitas antibakterinya terhadap SA dan MRSA menggunakan metode difusi cakram. Penentuan KHM dilakukan dengan metode mikrodilusi, sedangkan identifikasi senyawa dilakukan melalui uji fitokimia dan KLT-bioautografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 fraksi, F8 memiliki aktivitas antibakteri dengan zona hambat 10,76 mm ± 0,77 terhadap MRSA dan F10 memiliki aktivitisi antibakteri dengan zona hambat 11,67 mm ± 0,28 terhadap SA. Nilai KHM pada F8 dan F10 mampu menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 8.000 μg/mL dan 4.000 μg/mL. Hasil KLT-bioautografi mengindikasikan adanya senyawa aktif yang berperan dalam aktivitas antibakteri pada noda kromatogram dan uji fitokimia menunjukkan senyawa termasuk masuk dalam golongan fenolik, flavonoid, terpenoid dan positif dengan penampak noda anisaldehid. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi hasil pemisahan ekstrak jamur endofit Fusarium verticillioides memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap SA dan MRSA, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber senyawa antibakteri baru.
Kata kunci: Jamur endofit, Fussarium verticilloides, kromatografi kolom, yakon (Smallanthus sonchifolius).
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jamur endofit, Fusarium verticillioides, Kromatografi kolom, Yakon (Smallanthus sonchifolius) |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry Q Science > QR Microbiology |
| Divisions: | Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Davinci Alrifane |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 08:29 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 08:29 |
| URI: | https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/2802 |
