Sayang, Br Damanik (2026) Evaluasi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Klasifikasi AWaRe, PNPK, dan PPK RS Pada Pasien Sepsis Rawat Inap Di Rumah Sakit Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Dharma Andalas.
ABSTRAK bhs indonesia daan bhs inggris.pdf
Download (169kB)
BAB I (Pendahuluan).pdf
Download (188kB)
BAB II (Tinjauan Pustaka).pdf
Download (394kB)
BAB V (Kesimpulan dan Saran).pdf
Download (115kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (153kB)
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Sepsis dan syok sepsis merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi. Pada tahun 2017 dilaporkan sekitar 48,9 juta kasus sepsis dengan 11 juta kematian di seluruh dunia, yang setara dengan hampir 20% dari seluruh kematian global. Penanganan kondisi ini memerlukan pemberian antibiotik yang cepat dan tepat, namun penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba. World Health Organization (WHO) mengembangkan klasifikasi Access, Watch, Reserve (AWaRe) sebagai strategi untuk mendorong penggunaan antibiotik yang rasional dan mengendalikan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan klasifikasi AWaRe pada pasien sepsis dan syok sepsis di Rumah Sakit Universitas Andalas.Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis pasien sepsis dan syok sepsis rawat inap di Rumah Sakit Universitas Andalas periode Januari–Desember 2025. Data yang dianalisis meliputi karakteristik sosiodemografi profil penggunaan antibiotik, dan evaluasi kesesuaian berdasarkan AWaRe, PNPK dan PPK yang disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien sepsis dan syok sepsis dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan dan kelompok usia terbanyak >18–65 tahun. Penggunaan antibiotik paling banyak yaitu kelompok Watch. Evaluasi berdasarkan Buku Antibiotik WHO AWaRe menunjukkan bahwa sebanyak 15 (3,59%) regimen antibiotik sesuai, Evaluasi berdasarkan PNPK menunjukkan sebanyak 60 (14,36%) regimen sesuai serta PPK Rumah Sakit Universitas Andalas menunjukkan sebanyak 34 (8,13%) regimen sesuai. Kesimpulan: Kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien sepsis dan syok sepsis masih rendah baik berdasarkan klasifikasi AWaRe, PNPK, maupun PPK rumah sakit, sehingga diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap pedoman penggunaan antibiotik yang rasional.
Kata kunci: AWaRe, Sepsis, Profil, World Health Organization
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | AWaRe, Sepsis, Profil, World Health Organization |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | SAYANG BR DAMANIK |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 04:54 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 04:54 |
| URI: | https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/2859 |
