Angelina, Miranda (2026) EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BERDASARKAN KLASIFIKASI AWaRe (Access, Watch, Reserve) DAN PNPK PADA PASIEN MENINGITIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS ANDALAS. S1 thesis, Universitas Dharma Andalas.
ABSTRAK.pdf
Download (412kB)
BAB I.pdf
Download (437kB)
BAB II.pdf
Download (717kB)
BAB V.pdf
Download (386kB)
DAPUSS.pdf
Download (481kB)
SKRIPSI FULL.pdf
Download (43MB)
Abstract
Meningitis merupakan infeksi pada meninges yang dapat menyebabkan
morbiditas dan mortalitas tinggi apabila tidak ditangani secara tepat. Penggunaan
antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan resistensi antimikroba, sehingga
diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan klasifikasi Access, Watch,
Reserve (AWaRe) dan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK).
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan
klasifikasi AWaRe dan PNPK pada pasien meningitis rawat inap di Rumah Sakit
Universitas Andalas periode Januari 2024–Desember 2025. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif observasional dengan rancangan retrospektif
menggunakan data rekam medis pasien yang dipilih secara purposive sampling.
Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk frekuensi dan
persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 62 pasien, mayoritas berjenis
kelamin perempuan (61,29%) dan berusia >1–18 tahun (75,81%). Penggunaan
antibiotik didominasi kelompok Watch (57,14%), diikuti Reserve (23,38%) dan
Access (19,48%), dengan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah
seftriakson (31,82%), diikuti meropenem (22,08%) dan gentamisin (12,99%). Pola
terapi yang paling sering digunakan adalah monoterapi (51,01%), sedangkan
kombinasi dua antibiotik sebesar (41,61%) dan kombinasi tiga antibiotik sebesar
(7,38%). Evaluasi kesesuaian penggunaan antibiotik menunjukkan kesesuaian
berdasarkan WHO AWaRe sebesar (70,97%) dan PNPK sebesar (72,73%).
Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien meningitis rawat inap di
Rumah Sakit Universitas Andalas didominasi oleh antibiotik kelompok Watch,
terutama seftriakson, dan secara umum telah sesuai dengan pedoman WHO AWaRe
maupun PNPK, meskipun masih diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik secara
berkala untuk meningkatkan rasionalitas terapi dan menekan resistensi
antimikroba.
Kata kunci: meningitis, antibiotik, AWaRe, PNPK, resistensi antimikroba
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | meningitis, antibiotics, AWaRe, PNPK, antimicrobial resistance |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | ANGELINA MIRANDA |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 07:13 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 07:13 |
| URI: | https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/2904 |
