ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX PADA RUAS JALAN PASAR SIJUNJUNG-SIMP. TANAH BADANTUANG

Andriano, Figo (2026) ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX PADA RUAS JALAN PASAR SIJUNJUNG-SIMP. TANAH BADANTUANG. S1 thesis, Universitas Dharma Andalas.

[thumbnail of ABSTRAK (B.Indonesia dan B.Inggris).pdf] Text
ABSTRAK (B.Indonesia dan B.Inggris).pdf

Download (262kB)
[thumbnail of BAB I (Pendahuluan).pdf] Text
BAB I (Pendahuluan).pdf

Download (271kB)
[thumbnail of BAB II (Tinjauan Pustaka).pdf] Text
BAB II (Tinjauan Pustaka).pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB V ( Kesimpulan dan Saran).pdf] Text
BAB V ( Kesimpulan dan Saran).pdf

Download (264kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (237kB)
[thumbnail of SKRIPSI LENGKAP Figo .pdf] Text
SKRIPSI LENGKAP Figo .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Infrastruktur jalan merupakan faktor utama yang mendukung mobilitas
ekonomi dan pelayanan publik, namun kerusakan perkerasan kerap terjadi
sebelum umur rencana tercapai. Penelitian ini menganalisis kerusakan perkerasan
lentur pada ruas jalan Pasar Sijunjung–Simpang Tanah Badantuang, Kabupaten
Sijunjung, Sumatera Barat, menggunakan metode Pavement Condition Index
(PCI). Ruas jalan sepanjang 5 km dibagi menjadi sepuluh segmen dengan panjang
masing-masing 500 m. Hasil pengamatan lapangan mengidentifikasi enam jenis
kerusakan, yaitu retak memanjang, retak melintang, lubang, retak pinggir, retak
kulit buaya, dan pelepasan butiran. Pada tiap segmen dihitung nilai kerapatan
(density), deduct value (DV), total deduct value (TDV), dan corrected deduct
value (CDV) untuk memperoleh nilai PCI. Hasil analisis menunjukkan nilai PCI
bervariasi cukup besar antarsegmen, mulai dari 6 (Gagal) pada segmen 3 hingga
89 (Sempurna) pada segmen 9, yang mengindikasikan tingkat kerusakan
perkerasan yang tidak merata di sepanjang ruas jalan tersebut. Segmen 1, 2, 6, dan
7 berada pada kategori Jelek hingga Cukup dan memerlukan penanganan overlay,
segmen 3 memerlukan rekonstruksi total, sedangkan segmen 4, 9, dan 10 hanya
memerlukan pemeliharaan rutin. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi
penanganan perkerasan sebaiknya direncanakan per segmen, bukan menerapkan
satu jenis penanganan untuk seluruh ruas.
Kata Kunci: pavement condition index, perkerasan lentur, kerusakan jalan,
deduct value, pemeliharaan jalan

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: pavement condition index, perkerasan lentur, kerusakan jalan, deduct value, pemeliharaan jalan
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Teknik Sipil
Depositing User: FIGO ANDRIANO
Date Deposited: 09 Oct 2026 07:51
Last Modified: 09 Oct 2026 07:51
URI: https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/2965

Actions (login required)

View Item
View Item