Fahmil, Nadiva Rahmaza (2026) FORMULASI DAN KARAKTERISASI SEDIAAN BENANG JAHIT LUKA ABSORBABLE MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R. & G.Forst.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 6538. S1 thesis, Universitas Dharma Andalas.
ABSTRAK.pdf
Download (239kB)
BAB I.pdf
Download (251kB)
BAB II.pdf
Download (450kB)
BAB V.pdf
Download (217kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (237kB)
SKRIPSI FULL .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Infeksi bakteri pada luka dapat memperlambat proses penyembuhan, sehingga diperlukan inovasi benang jahit luka yang tidak hanya memberikan dukungan mekanik tetapi juga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik, mekanik, degradasi, serta aktivitas antibakteri benang jahit luka absorbable yang mengandung ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata J.R. & G.Forst.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol selama 3 × 24 jam, kemudian diformulasikan dalam matriks polimer berbasis polyvinyl alcohol (PVA) dengan variasi konsentrasi ekstrak. Benang yang dihasilkan dikarakterisasi secara fisik dan diuji tensile strength, persen elongasi, serta degradasi dalam larutan NaCl fisiologis 0,9% selama 7 hari. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benang jahit yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik yang baik dengan nilai tensile strength berada pada rentang 17,29–20,75 N/mm². Uji degradasi menunjukkan terjadinya penurunan bobot dan perubahan pH yang menandakan proses degradasi hidrolitik. Aktivitas antibakteri meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dalam formula dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun matoa dapat diformulasikan menjadi sediaan benang jahit luka absorbable dengan karakteristik fisik dan mekanik yang baik. Namun, pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538 pada konsentrasi 1%, 1,5%, dan 2% tidak menunjukkan terbentuknya zona hambat. Berdasarkan hasil tersebut, sediaan benang jahit luka absorbable yang mengandung ekstrak etanol daun matoa memerlukan modifikasi formulasi lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas antibakterinya.
Kata kunci: Benang jahit luka absorbable, ekstrak etanol daun matoa, aktivitas antibakteri, karakterisasi mekanik, Staphylococcus aureus ATCC 6538.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Benang jahit luka absorbable, ekstrak etanol daun matoa, aktivitas antibakteri, karakterisasi mekanik, Staphylococcus aureus ATCC 6538. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Nadiva Rahmaza Fahmil |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 04:09 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 04:09 |
| URI: | https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/1885 |
