SALSABILA, INTANIA (2026) KONSTRUKSI MAKNA TRADISI TABUIK (STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA MINANG DI UNIVERSITAS ANDALAS). S1 thesis, Universitas dharma andalas.
ABSTRAK.pdf
Download (190kB)
BAB I.pdf
Download (163kB)
BAB II.pdf
Download (316kB)
BAB V.pdf
Download (14kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (90kB)
SKRIPSI FUL .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa Program
Studi Sastra Minangkabau di Universitas Andalas mengonstruksi makna tradisi
Tabuik dalam konteks pengalaman akademik dan sosial mereka. Tradisi Tabuik
yang awalnya merupakan ritual religius, kini mengalami pergeseran makna seiring
dengan perkembangan zaman dan modernitas, terutama dalam konteks pariwisata
dan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa dalam
memahami tradisi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara mendalam terhadap informan yang merupakan mahasiswa Sastra
Minangkabau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna tradisi Tabuik
terbentuk melalui pengalaman langsung, pembelajaran akademik, serta interaksi
sosial mahasiswa. Makna tersebut terbagi dalam beberapa aspek, yaitu sebagai
identitas budaya Minangkabau, sebagai pengalaman emosional dan spiritual, serta
sebagai fenomena budaya yang mengalami transformasi dalam era modern. Di
satu sisi, mahasiswa memaknai Tabuik sebagai simbol pelestarian budaya dan
warisan leluhur yang sarat nilai historis dan filosofis. Namun, di sisi lain, mereka
juga melihat adanya pergeseran makna menjadi sekadar atraksi pariwisata yang
berpotensi mengurangi nilai sakral tradisi tersebut.
Selain itu, pemahaman mahasiswa terhadap Tabuik dipengaruhi oleh
media sosial dan tuntutan gaya hidup generasi Z yang cenderung menampilkan
budaya sebagai bagian dari eksistensi diri. Hal ini menunjukkan adanya proses
konstruksi makna yang dinamis, di mana tradisi tidak hanya dipertahankan, tetapi
juga direinterpretasikan sesuai dengan konteks zaman. Dengan demikian,
penelitian ini menegaskan bahwa makna tradisi Tabuik tidak bersifat tetap,
melainkan terus berkembang melalui proses komunikasi, pengalaman, dan
interaksi sosial yang dialami oleh generasi muda.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konstruksi Makna, Tradisi Tabuik, Fenomenologi, Mahasiswa, Budaya Minangkabau, Modernitas |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | Fakultas Hukum, Sosial, dan Humaniora > S1 ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | SALSABILA INTANIA SALSABILA |
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 07:12 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 16:48 |
| URI: | https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/1985 |
