ANALISIS KEBUTUHAN ALAT KESELAMATAN KAPAL PENYEBERANGAN (STUDI KASUS : PELABUHAN PENYEBERANGAN TELUK BUNGUS)

ARMAN, SAPUTRA (2026) ANALISIS KEBUTUHAN ALAT KESELAMATAN KAPAL PENYEBERANGAN (STUDI KASUS : PELABUHAN PENYEBERANGAN TELUK BUNGUS). S1 thesis, Universitas Dharma Andalas.

[thumbnail of ABSTRAK (B. Indonesia dan B. Inggris.pdf] Text
ABSTRAK (B. Indonesia dan B. Inggris.pdf

Download (17MB)
[thumbnail of BAB I (Pendahuluan).pdf] Text
BAB I (Pendahuluan).pdf

Download (17MB)
[thumbnail of BAB II Tinjauan Pustaka).pdf] Text
BAB II Tinjauan Pustaka).pdf

Download (17MB)
[thumbnail of BAB III (Metodologi Penelitian).pdf] Text
BAB III (Metodologi Penelitian).pdf

Download (17MB)
[thumbnail of BAB IV (Hasil dan Pembahasan).pdf] Text
BAB IV (Hasil dan Pembahasan).pdf

Download (17MB)
[thumbnail of BAB V (Kesimpulan dan Saran).pdf] Text
BAB V (Kesimpulan dan Saran).pdf

Download (17MB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (17MB)
[thumbnail of SKRIPSI LENGKAP FIX.pdf] Text
SKRIPSI LENGKAP FIX.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19MB) | Request a copy

Abstract

Transportasi penyeberangan memiliki peranan strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang, khususnya di wilayah kepulauan seperti Provinsi Sumatera Barat. Pelabuhan Penyeberangan Teluk Bungus merupakan salah satu simpul transportasi laut yang melayani lintasan Padang – Mentawai dengan kapal tipe Ro-Ro. Mengingat tingginya risiko kecelakaan pelayaran dan pentingnya keselamatan jiwa penumpang, maka ketersediaan serta kelayakan alat keselamatan kapal harus memenuhi ketentuan yang berlaku, khususnya berdasarkan Safety of Life at Sea (SOLAS) 1974 Amandemen 2014. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui jumlah alat keselamatan jiwa di atas kapal yang beroperasi di Pelabuhan Penyeberangan Teluk Bungus berdasarkan ketentuan SOLAS 1974 Amandemen 2014, menilai kondisi kelayakan alat keselamatan jiwa serta menghitung perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan perlengkapan keselamatan kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan Gap Analysis, yaitu membandingkan kondisi eksisting dengan standar yang dipersyaratkan. Data yang digunakan terdiri dari data primer melalui observasi lapangan, perhitungan langsung (counting), dan dokumentasi, serta data sekunder dari instansi terkait seperti PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, dan BPTD Kelas II Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum ketersediaan alat keselamatan seperti jaket penolong (life jacket), pelampung penolong (life buoy), sekoci (lifeboat), dan rakit penolong (liferaft) telah tersedia di atas kapal KMP Ambu-Ambu dan KMP Gambolo. Namun, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian terkait jumlah dan kondisi alat keselamatan dibandingkan dengan standar SOLAS 1974 Amandemen 2014, khususnya pada aspek kelengkapan, penempatan, dan kesiapan operasional. Oleh karena itu, diperlukan pemenuhan kekurangan alat keselamatan serta peningkatan pemeliharaan dan pengawasan secara berkala untuk menjamin keselamatan pelayaran.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: keselamatan pelayaran, alat keselamatan kapal, SOLAS 1974 Amandemen 2014, kapal penyeberangan, Pelabuhan Teluk Bungus.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi > S1 Teknik Sipil
Depositing User: ARMAN SAPUTRA SAPUTRA
Date Deposited: 04 May 2026 04:51
Last Modified: 05 May 2026 01:47
URI: https://repository.unidha.ac.id/id/eprint/2114

Actions (login required)

View Item
View Item